
1. Plagiat
Karyanya tak terbantahkan, itulah Chairil Anwar. Tetapi setelah Chairil wafat banyak yang mempertanyakan tentang puisi-puisinya, salah satunya adalah “ krawang-bekasi ” yang dianggab meniru “ The young dead soldier ” karaya Archibald Macleish.
2. Pelopor ’45
Chairil mulai mempublikasikan karyanya pada tahun 1942 sampai 1949, selama itu dia sudah menghasilkan 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan. Sajak-sajaknya dianggab melampaui usianya, yang paling terkenal adalah sajak berjudul “ aku ”
3. Broken Home
Pada usia 19 tahun orang tua Chairil bercerai, akhirnya dia dan ibunya pindah ke jakarta. Di jakartalah Chairil mulai mengenal sastra. Pada usia 15 tahun, Chairil sudah ingin menjadi seorang seniman.
4. Empat Bahasa
Chairil bersekolah di HIS (sekolah dasar untuk orang pribumi saat penjajahan belanda), kemudian meneruskannya di MULO (meer uitgebreid Lager onderwijs) dan pada usia 18 tahun Chairil berhenti sekolah, walaupun berhenti bersekolah Chairil mampu menguasai empat bahasa yaitu, inggris, belanda, jerman dan indonesia.
5. Tidak berani mengungkapkan cinta dan jarang mandi

Chairil menikah dengan Hapsah Wiraredja pada 6 agustus 1946, mereka dikaruniai seorang putri bernama Evawani Alissa. Sebelum menikah dengan Hapsah, Chairil sempat menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta, Chairil jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak pernah mengungkapkanya.
Chairil juga dianggab pemuda yang semrawut, ugal-ugalan, jarang mandi dan bajunya kusut, tapi mungkin disitulah letak seni dari chairil anwar.
7. Gajah dan Bercerai
Chairil adalah pria yang romantis, “gajah” adalah panggilan sayang untuk istrinya Hapsah karena Hapsah memiliki tubuh yang gendut.
Setelah menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan akhirnya Chairil bercerai pada tahun 1948.
8. Sutan Sjahrir
Chairil masih punya pertalian saudara dengan Sutan Sjahrir(Perdana Menteri Indonesia pertama)
9. Bung, ayo bung dan Suka “jajan”
Affandi (maestro seni lukis indonesia) teman Chairil ditugaskan Soekarno untuk membuat poster guna menyemangati para pejuang, ketika poster selesai, affandi kebingungan mencari slogan dan Chairil pun menyambar “ tulis saja, boeng, ajo boeng ” kalimat itupun menjadi penyemangat bagi para pejuang.
Mungkin bukan rahasia umum lagi kalau Chairil suka “jajan” di tempat pelacuran. Dan ternyata slogan tersebut Cahiril ambil dari kawasan lokalisasi pasar senen, para psk menggunakan kalimat itu untuk menawarkan jasanya. “ bung , ayo bung”
10. Penyair pertama

Karena pandai berbahasa asing, dan sering membaca karya-karya asing tentu karya Chairil terpengaruh dengan gaya luar, mungkin karena itulah karyanya menjadi yang pertama di terjemahkan dan dimuat di majalah sastra luar negeri, Amerika ( Prairie Schooner, 1962)
Komentar kritikus sastra berkebangsaan Amerika Burton Raffel: “At its glowing best, this is brilliant writing: touched at times with macabre elements, and at other times with fierce sentimentality.”
11. Meninggal
Chairil meninggal pada usia 26 tahun (28 april 1949), Chairil meninggal di rumah sakit CBZ(sekarang RS Dr. Mangunkusumo) Jakarta, penyebab kematianya tidak diketahui pasti, menurut dugaan lebih karena TBC.
Tapi Cahiril akan terus hidup dengan karya-karayanya, dia akan hidup seribu tahun lagi bahkan lebih dan sekarang 28 april dijadikan hari puisi nasional.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar
http://www.hipwee.com/hiburan/15-alasan-kenapa-chairil-anwar-lebih-keren-daripada-kamu/
Sign up here with your email




ConversionConversion EmoticonEmoticon